PRAY FOR THE NATION

Indonesia:

Kamis lalu (2/12) Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) dengan tegas telah menginstruksikan dan menjamin anggotanya juga kepada masyarakat Kristen Mentawai untuk segera membangun hunian sementara sebelum Natal tiba (Baca : JK Instruksikan Bangun Hunian Sementara Untuk Rayakan Natal). Apa mau dibilang, kenyataan berbicara beda dilapangan.

Pembangunan hunian itu belum dikerjakan hingga Minggu (5/12). Penyebabnya apalagi kalu bukan terbentur birokrasi pemerintahan.

Hal itu diakui Koordinator Lapangan Posko Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Mentawai Zul Hendri.

Walau begitu, Zul menegaskan PMI masih melanjutkan penjajakan dengan pemerintah daerah. Zul berharap pemerintah memberikan tanggapan positif agar korban dapat kembali hidup normal.

Semoga saja Presiden peduli dan langsung memerintahkan pembangunan hunian sementara dengan tujuan agar rakyatnya dapat menjalankan dan merayakan hari besar keagamaannya secara kondusif.










PENGANIAYAAN TERHADAP GEREJA LOKAL HARI INI!

Khotbah Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Malam, 20 September 2009

“Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem…” (Kisah Rasul 8:1).

Beberapa pengkhotbah TV di Amerika membuat seakan menjadi Kristen akan dipenuhi dengan semua “kebahagiaan dan sukacita.” Namun itu salah. Orang-orang yang menjadi Kristen sejati dapat menjelaskan kepada Anda bahwa menjadi Kristen tidak selamanya “menyenangkan.” Ada musuh-musuh Kekristenan di media dan dalam kehidupan setiap hari. Hari ini, seluruh dunia, orang-orang Kristen dianiaya demi iman mereka di dalam Kristus. Silahkan klik www.persecution.com untuk membaca kebenaran tentang penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di seluruh dunia.

Bahkan di “negara-negara bebas” orang-orang Kristen secara terus menerus diserang dan ditertawakan hari ini. Dan bahkan yang lebih buruk mereka alami di berbagai belahan dunia lainnya.

Saya sering menekankan kasih dan sukacita yang dialami oleh orang-orang yang ada di gereja lokal di Yerusalem. Namun mereka juga mengalami banyak masalah. Kita seharusnya tidak berpikir bahwa kita dapat memiliki sukacita penuh, kebahagiaan gereja lokal tanpa pernah mengalami penganiayaan dalam berbagai bentuk yang berbeda. Adalah salah bila menggambarkan jemaat di Yerusalem sebagai tempat sukacita dan kebahagiaan – tanpa mengatakan bahwa mereka juga mengalami penganiayaan!

“Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem…” (Kisah Rasul 8:1).

Dr. John Gill (1697-1771) menekankan bahwa kata “pada waktu itu” dapat diterjemahkan “pada hari itu” (Dr. John Gill, An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume II, hal. 211). Dr. Gill juga mengatakan bahwa penganiayaan mulai hari itu

…pada waktu Stefanus dirajam batu. Segera mereka membuat dia mati, mereka adalah orang-orang yang haus darah… rakus untuk menumpahkan darah orang lain; dan banyak sekali orang, yang dipenuhi dengan kebencian dan iri hati, yang ditujukan kepada para anggota gereja dimanapun mereka menjumpai mereka, dan membunuh mereka… tidak semua anggota gereja… karena kita telah membaca tentang orang-orang yang membunuh Stefanus; dan tentang gereja yang dibinasakan oleh Saulus; dan baik laki-laki maupun perempuan… dipenjarakan oleh dia; namun semua pemberita firman, kecuali para rasul; mereka semua terserak, pergi memberitakan firman… di antara mereka adalah Filipus yang pergi ke Samaria; dan Ananias, yang ada di Damsyk; dan yang lainnya pergi sejauh Fenisia, Siprus dan Antiokhia: dan secara khusus mereka dikatakan tersebar ke seluruh wilayah Yudea dan Samaria; dimana pelayanan mereka begitu diberkati, mempertobatkan banyak jiwa, sehingga dengan cepat banyak gereja didirikan di berbagai tempat seperti nampak pada [Kisah Rasul 9:31] sehingga penganiayaan ini justru menyebabkan kemajuan Injil… Dan penyebaran yang diakibatkan oleh penganiayaan, adalah yang dialami oleh semua pemberita Injil, kecuali para Rasul; dua belas Rasul, yang [bertahan] di Yerusalem untuk menggembalakan jemaat itu; menguatkan para anggota gereja itu untuk menderita dengan sukacita demi nama Kristus dan Injil-Nya (Gill, ibid.).

“Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem…” (Kisah Rasul 8:1).

Kita seharusnya juga akan mengalami itu. Itu datang kepada kita dalam berbagai bentuk. Nyanyikan lagu, “Yesus,Salibku Kuangkat.”

Yesus, salibku ku angkat, Ku hendak mengikut-Mu.
S’karang dunia tak mengikat, Hanya Kaulah milikku.
Hilanglah segala nafsu, Yang menyombongkan hati
Tuhan dan surga bagiku, Sungguh kaya ku kini!
(“Jesus, I My Cross Have Taken” by Henry F. Lyte, 1793-1847/
Terjemahan Nyanyian Pujian No. 180).

I. Pertama, penganiayaan dapat datang dari luar gereja lokal.

Itulah apa yang terjadi di gereja Yerusalem. Penganiayaan datang kepada mereka dari orang-orang di luar gereja, orang-orang yang menentang gereja. Yesus sering menubuatkan ini sebelumnya. Ia berkata,

“Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah” (Matius 10:17-18).

Lagi, Yesus berkata,

“Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku” (Matius 24:9).

Rasul Paulus berkata,

“Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (II Timotius 3:12).

Di sini Paulus mengingatkan Timotius tentang hal yang sangat penting: Setiap pengikut Kristus yang sejati segera atau kemudian akan dianiaya… Dari masa Kristus sampai hari ini, semua orang Kristen menghadai berbagai pencobaan dan penderitaan dalam berbagai bentuk yang berbeda (The Applied New Testament Commentary, Kingsway Publications, 1996, hal. 872).

Yesus berkata,

“Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku”
(Matius 10:22).

Lagi, Yesus berkata,

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu”
(Yohanes 15:18-19).

Orang-orang Kristen baru di sini di dunia Barat, dan di seluruh dunia, sering terkejut melihat bahwa orang-orang benar-benar membenci mereka karena menjadi orang-orang Kristen. Saya ingat bahwa itu yang membuat saya sangat terkejut ketika baru menjadi orang Kristen. Namun saya menjadi terkejut karena saya tidak tahu bahwa Alkitab dengan sangat jelas menunjukkan itu. Namun Yesus membuat itu menjadi sangat jelas ketika Ia berkata,

“Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku”
(Matius 10:22).

Orang-orang Komunis di China mengatakan bahwa orang-orang Kristen sejati adalah orang-orang yang telah “dicuci-otak.“ Mereka sering mengirim orang-orang Kristen ke kamp-kamp untuk diberi “pelajaran kembali” dan berusaha membuat mereka meninggalkan Kekristenan. Kita tidak terkejut mendengar tentang itu – namun kita dikejutkan ketika teman-teman dan keluarga non Kristen kita di sini di Amerika mengatakan hal yang sama – dan mencoba menarik kita keluar dari gereja. Kita harus ingat apa yang Yesus katakan, “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku” (Matius 10:22). Jadi bukan hanya orang-orang Komunis di China yang menganiaya orang-orang Kristen sejati. Penganiayaan sekarang dialami oleh orang-orang Kristen saleh di Amerika dan negara-negara lain di Barat juga, dan penganiayaan itu terus bertumbuh dengan cepat hari ini!

“Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem” (Kisah Rasul 8:1).

Pada masa penganiayaan ini orang-orang Kristen sejati harus siap mengalami penderitaan dalam berbagai bentuk penganiayaan. Kita harus memikul salib kita dan mengikut Kristus tidak peduli apa yang resikonya! Nyanyikan, “Yesus,Salibku Kuangkat!”

Yesus, salibku ku angkat, Ku hendak mengikut-Mu.
S’karang dunia tak mengikat, Hanya Kaulah milikku.
Hilanglah segala nafsu, Yang menyombongkan hati
Tuhan dan surga bagiku, Sungguh kaya ku kini!

II. Kedua, penganiayaan dapat datang dari dalam gereja lokal.

Mari membuka Kisah Rasul 20:29-30. Ini adalah perkataan-perkataan Rasul Paulus yang ditujukan kepada para pemimpin gereja lokal di Miletus. Mari kita berdiri dan membaca dua ayat ini dengan lantang.

“Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka” (Kisah Rasul 20:29-30).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Dr. Gill memberikan komentar ini:

Bukan hanya para guru palsu dari [luar] yang akan masuk ke antara mereka, namun beberapa orang akan muncul dari komunitas mereka sendiri, misalnya orang yang telah diakui sebagai anggota gereja mereka, dan dari orang-orang yang mereka harapan baik… justru memecah belah anggota-anggota gereja-gereja itu, membuat pemisahan dan perpecahan, membentuk kelompok-kelompok, dan mengharapkan diri mereka sendiri sebagai pemimpin jemaat (Gill, ibid., hal. 342).

Dalam bukunya yang berjudul Church Split, Dr. Roy Branson berkata,

Pada kebanyakan kasus gereja menjadi terpecah belah adalah oleh karena ada orang-orang dalam jemaat itu menentang penginjilan… Ketika gereja mulai menjangkau orang-orang lain dan bertumbuh, ada anggota gereja... melakukan satu dari tiga hal ini: Mendukung misi penginjilan gereja, acuh tak acuh, atau memberontak dengan menentang atau meninggalkan gereja (Dr. Roy L. Branson, Jr., Church Split, Landmark Publications, 1990, hal. 169-170).

Ya, gereja “terpecah belah” seperti ini dapat disebabkan oleh orang-orang dari dalam gereja lokal. Ini memang membuat hati kita hancur ketika perpecahan dalam gereja itu terjadi, namun kita memang dapat mengalami itu. Yesus berkata, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan” (Yohanes 16:33). Gereja lokal adalah tempat yang luar biasa, namun tidak bebas dari berbagai bentuk penganiayaan. Satu-satunya tempat di mana tidak ada penganiayaan adalah di Sorga!

“Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem” (Kisah Rasul 8:1).

Nyanyikan “Yesus,Salibku Kuangkat.”

Yesus, salibku ku angkat, Ku hendak mengikut-Mu.
S’karang dunia tak mengikat, Hanya Kaulah milikku.
Hilanglah segala nafsu, Yang menyombongkan hati
Tuhan dan surga bagiku, Sungguh kaya ku kini!

III. Ketiga, penganiayaan menunjukkan nilai agung dari gereja lokal.

Hari ini banyak pasangan hidup bersama tanpa menikah. Mereka saling takut membuat komitmen pernikahan karena mereka takut akan terjadi perceraian. Ini sangat menyedihkan karena pernikahan adalah lembaga yang ditetapkan Allah.

Perhatikanlah bahwa generasi ini, yang tidak melakukan pernikahan, juga memiliki masalah yang sama untuk berkomitmen menjadi anggota gereja lokal! Itu seharusnya tidak mengejutkan kita, karena pernikahan dan keanggotaan gereja lokal saling diperbandingkan atau dihubungkan dalam Alkitab dalam Efesus 3:31-32:

“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat” (Efesus 5:31-32).

Dalam perikop Kitab Suci ini hubungan suami dan istri dibandingkan dengan hubungan Kristus dan gereja. Pernikahan dari seorang laki-laki dan perempuan dibandingkan dengan hubungan Kristus dan gereja lokal.

Orang yang tidak bertobat yang tidak menginginkan pernikahan, atau tidak ingin mempertahankan pernikahan, juga tidak akan dapat menikmati stabilitas keanggotaan dalam gereja lokal. Orang-orang yang berat menjadi anggota gereja lokal juga akan sulit berkomitmen untuk menikah dan memiliki anak. Saya telah melihat begitu banyak orang meninggalkan gereja lokal setelah mereka memiliki satu atau dua anak. Dan kemudian akhirnya banyak dari antara mereka yang bercerai. Mereka juga tidak dapat mengatasinya – keluarga atau gereja.

Namun sukacita apa yang hilang dari orang-orang ini! Orang-orang yang tidak dapat mempertahankan pernikahan dan membesarkan anak-anak mereka kehilangan salah satu sukacita besar dalam hidupnya. Orang-orang yang tidak dapat bergabung bersama dalam gereja lokal kehilangan salah satu sukacita terbesar dalam hidup mereka.

Berbagai tekanan yang menyerang keanggotaan gereja lokal tidak menunjukkan bahwa itu tidak penting! Sungguh suatu kebalikan! Tekanan-tekanan dan penganiayaan yang datang menyerang keanggotaan dalam gereja lokal menunjukkan betapa keanggotaan gereja itu sangat penting!

“Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem” (Kisah Rasul 8:1).

Mengapa ini terjadi? Karena Iblis menyerang gereja lokal! Iblis tidak menginginkan Anda menemukan keselamatan, kebahagiaan, dan memiliki persahabatan yang kokoh di dalam gereja lokal! Iblis menginginkan Anda diterbangkan seperti daun-daun tertiup angin.

Tidak peduli apapun yang terjadi, marilah setiap kita menanamkan akar-akar kita dengan dalam, dan menjadi komit dalam hubungan pernikahan – dan komit dalam hubungan satu sama lain dalam gereja lokal. Ini adalah salah satu tema kita: “Mengapa membiarkan diri kesepian? Datanglah – ke gereja! Mengapa menjadi terhilang? Datanglah – kepada Yesus Kristus, Anak Allah!”

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Foto saya
Dari Kupang, NTT ke Surabaya, lanjut ke Jawa Tengah, lanjut ke Sumatera Utara (lewat Lampung, Bengkulu, Padang, hingga tiba di Tapanuli Selatan lalu Tapanuli Tengah). Di Sumatera Utara, telah mengunjungi Medan dan mengelilingi semua kabupaten hingga ke Riau, dan Dumai. Dari Sumatera Utara ke Jakarta, Tangerang dan Jogja. Sejak keluar dari NTT tahun 2000-2008 berkeliling Indonesia. Tahun 2008-2010 saat ini, sedang berdomisili di Kamboja. Semua tempat tersebut diatas dikunjungi dalam rangkaian perjalanan melayani TUHAN.