PRAY FOR THE NATION

Indonesia:

Kamis lalu (2/12) Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) dengan tegas telah menginstruksikan dan menjamin anggotanya juga kepada masyarakat Kristen Mentawai untuk segera membangun hunian sementara sebelum Natal tiba (Baca : JK Instruksikan Bangun Hunian Sementara Untuk Rayakan Natal). Apa mau dibilang, kenyataan berbicara beda dilapangan.

Pembangunan hunian itu belum dikerjakan hingga Minggu (5/12). Penyebabnya apalagi kalu bukan terbentur birokrasi pemerintahan.

Hal itu diakui Koordinator Lapangan Posko Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Mentawai Zul Hendri.

Walau begitu, Zul menegaskan PMI masih melanjutkan penjajakan dengan pemerintah daerah. Zul berharap pemerintah memberikan tanggapan positif agar korban dapat kembali hidup normal.

Semoga saja Presiden peduli dan langsung memerintahkan pembangunan hunian sementara dengan tujuan agar rakyatnya dapat menjalankan dan merayakan hari besar keagamaannya secara kondusif.










PAHLAWAN WANITA



Dalam banyak budaya, wanita kerap dianggap sebagai warga kelas dua. Tak dihargai, dianggap tak bisa berbuat banyak. Akibatnya, banyak wanita juga memandang rendah dirinya sendiri. Bahkan, ketika ditawari melakukan suatu pelayanan, acap kali wanita menolak halus. "Ah, saya ini cuma ibu rumah tangga." "Saya ini enggak bisa apa-apa." Benarkah?

Hari ini kita membaca bahwa orang-orang yang berjasa dalam hidup Musa_hamba Tuhan yang dipakai luar biasa_adalah para wanita! Mulai dari ibu Musa, Yokhebed, yang tidak mau membunuh bayinya (ayat 2). Miryam, kakaknya, yang dengan berani mengusulkan untuk mencari ibu susu bagi Musa (ayat 4). Dan, Putri Firaun yang akhirnya mengadopsi dan mendidik Musa (ayat 10). Bahkan, dalam perikop sebelumnya kita melihat bahwa yang berani melawan perintah Firaun untuk membunuh bayi-bayi Israel, juga adalah para wanita. Yakni bidan-bidan Mesir yang takut akan Tuhan (Keluaran 1:15-21). Rancangan Firaun digagalkan, justru oleh para wanita yang kerap dianggap lemah.

Di tangan Allah, tidak ada wanita yang tidak bisa berperan. Para wanita di atas menjadi pahlawan Allah bukan dengan berperang, tetapi dengan melakukan tugas dan panggilan mereka. Para bidan menjadi bidan yang baik dan takut Tuhan. Yokhebed menjadi ibu yang baik. Miryam menjadi kakak yang melindungi adiknya. Mereka tidak berubah menjadi "wanita super", tetapi mereka melakukan tugas dari Tuhan dengan setia. Mungkin ketika melakukan setiap bagiannya, mereka tidak menyadari dampak yang timbul setelahnya. Namun, Tuhan mengingat dan merangkaikannya dengan indah. Biarlah mulai hari ini, para wanita bangkit menjadi pahlawan-Nya --GS

WANITA IALAH SENJATA DI TANGAN ALLAH YANG DAPAT MEMBUAT PERBEDAAN DI DUNIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Foto saya
Dari Kupang, NTT ke Surabaya, lanjut ke Jawa Tengah, lanjut ke Sumatera Utara (lewat Lampung, Bengkulu, Padang, hingga tiba di Tapanuli Selatan lalu Tapanuli Tengah). Di Sumatera Utara, telah mengunjungi Medan dan mengelilingi semua kabupaten hingga ke Riau, dan Dumai. Dari Sumatera Utara ke Jakarta, Tangerang dan Jogja. Sejak keluar dari NTT tahun 2000-2008 berkeliling Indonesia. Tahun 2008-2010 saat ini, sedang berdomisili di Kamboja. Semua tempat tersebut diatas dikunjungi dalam rangkaian perjalanan melayani TUHAN.