PRAY FOR THE NATION

Indonesia:

Kamis lalu (2/12) Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) dengan tegas telah menginstruksikan dan menjamin anggotanya juga kepada masyarakat Kristen Mentawai untuk segera membangun hunian sementara sebelum Natal tiba (Baca : JK Instruksikan Bangun Hunian Sementara Untuk Rayakan Natal). Apa mau dibilang, kenyataan berbicara beda dilapangan.

Pembangunan hunian itu belum dikerjakan hingga Minggu (5/12). Penyebabnya apalagi kalu bukan terbentur birokrasi pemerintahan.

Hal itu diakui Koordinator Lapangan Posko Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Mentawai Zul Hendri.

Walau begitu, Zul menegaskan PMI masih melanjutkan penjajakan dengan pemerintah daerah. Zul berharap pemerintah memberikan tanggapan positif agar korban dapat kembali hidup normal.

Semoga saja Presiden peduli dan langsung memerintahkan pembangunan hunian sementara dengan tujuan agar rakyatnya dapat menjalankan dan merayakan hari besar keagamaannya secara kondusif.










Jethu : Tuhan yang Jadi Kekuatan dan Penghiburan Kami



Jethu Monin hendak pergi ke gereja di hari Minggu itu. Dia sedang berjalan ketika diserang oleh anti-Kristen radikal yang mengakibatkan luka-luka yang parah. Memang tempat pelayanan Jethu ini merupakan daerah dimana penduduknya menyembah para allah dalam tradisi agama mereka. Banyak pemeluk agama-agama ini takut ketika melihat seseorang memberikan hatinya buat Yesus.

Para penyerang itu meninggalkan Jethu yang dipukul habis-habisan, dan mereka mengatakan satu pesan. “Kamu tidak bisa mengatur pertemuan doa Kristen di daerah ini,” kata penyerang tersebut. Mereka juga menuntut agar dia meninggalkan daerah itu atau dia akan menghadapi konsekuensi yang lebih parah lagi.

Ini bukan pertama kalinya misionaris yang berusia 25 tahun itu menerima penganiayaan seperti ini. Ketika dia dan keluarganya memilih mengikuti Yesus, penduduk desa mereka mengusir mereka. Tapi Jethu punya belas kasihan buat pria-pria yang memukulnya. Dia mengerti cara pandang mereka karena dia dulunya juga seperti itu.

Jethu dan keluarganya dulunya masih memegang agama tradisional di daerah mereka. Kemudian, Jethu mendengar tentang kasih Tuhan dari saat pembelajaran Alkitab di tempat kuliah. Waktu itu, dia merasa sangat kecewa karena banyak masalah dalam hidupnya, dimana allah-allahnya tidak peduli.

Orangtua Jethu terkejut melihat anak mereka yang berubah menjadi orang yang sangat ceria. Mereka segera mengikuti jejak Kristus juga. Hal ini menyebabkan kegaduhan di desa mereka. “Mereka mencoba mengubah keyakinan kami kembali. Mereka tidak bisa mengubah keputusan kami untuk mengikut Yesus, mereka kemudian menakut-nakuti kami dan mengusir kami dari desa,” kata Jethu menjelaskan. “Saat kekacauan seperti ini, Tuhan menjadi kekuatan kami dan penghiburan kami agar tinggal aman dalam tangan-Nya,”

Keluarga ini mengikut Kristus sepenuh hati sejak itu. Mereka sekarang berdoa buat para penyerang Jethu agar mereka datang kepada Yesus. Gereja Jethu juga diminta untuk berdoa buat kesembuhannya dan bahwa kejadian ini tidak membuatnya takut.

Seringkali kita mendengar tentang penganiayaan yang dialami oleh umat Kristen karena iman yang dia punya kepada Yesus. Bahkan ada yang sampai harus mati buat hal itu. Hal ini membuktikan bahwa iman yang kita punya, harus kita pertahankan melebihi apapun juga. Itulah kasih Tuhan kepada kita dan bukti kasih kita kepada Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Foto saya
Dari Kupang, NTT ke Surabaya, lanjut ke Jawa Tengah, lanjut ke Sumatera Utara (lewat Lampung, Bengkulu, Padang, hingga tiba di Tapanuli Selatan lalu Tapanuli Tengah). Di Sumatera Utara, telah mengunjungi Medan dan mengelilingi semua kabupaten hingga ke Riau, dan Dumai. Dari Sumatera Utara ke Jakarta, Tangerang dan Jogja. Sejak keluar dari NTT tahun 2000-2008 berkeliling Indonesia. Tahun 2008-2010 saat ini, sedang berdomisili di Kamboja. Semua tempat tersebut diatas dikunjungi dalam rangkaian perjalanan melayani TUHAN.